Perempuan Muda Bergabung dalam Aktivisme Kolektif di Indonesia
Untuk memperingati Hari Orang Muda Internasional 2026, UN Women Indonesia menampilkan profil organisasi-organisasi orang muda yang tergabung dalam jejaring UN Women Indonesia.
Author: Radhiska Anggiana
JAKARTA, Indonesia - Di depan gedung pemerintahan di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, sewajan tempe yang sedang digoreng, berdampingan dengan selebaran poster aksi. Tidak jauh dari sana, seorang mahasiswa terlihat sedang memotong sayuran, sementara seorang jurnalis tengah menyusun kemasan makanan. Ini bukan kelas memasak; ini adalah aksi unjuk rasa.
"Demonstrasi biasanya identik dengan berteriak di atas mobil. Tapi kemudian kami berusaha memikirkan diversifikasi aksi seperti apa yang kemudian bisa dilakukan," kata Annisa Paramitha (Tata), mahasiswa hubungan internasional berusia 21 tahun dan Koordinator Aksi Bara Puan, kolektif perempuan muda di Semarang.
Aksi-aksi yang beragam ini mencakup memasak bersama komunitas sambil menyerukan kebijakan yang lebih baik, berkumpul sambil menikmati rujak untuk mengampanyekan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, pembacaan puisi, sesi jamming musik, dan open mic. Tata mengatakan hal ini bukan sekadar mengubah format demonstrasi, melainkan menciptakan ruang agar semua orang dengan berbeda latar belakang dapat berpartisipasi.
Bara Puan didirikan pada 2024 untuk membangun ruang yang aman dan inklusif, tempat perempuan dapat berbagi pengalaman, saling belajar, dan memperjuangkan hak-hak perempuan serta keadilan, dengan fokus pada isu ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Bara berarti arang yang menyala, sementara puan berasal dari kata dalam bahasa Indonesia yang berarti perempuan. Nama ini merepresentasikan harapan untuk menginspirasi lebih banyak perempuan agar berani bersuara dan mengambil aksi kolektif.
Memupuk pengetahuan dan membangun solidaritas melalui perawatan
Bara Puan secara rutin menyelenggarakan lokakarya pembelajaran dan diskusi mengenai berbagai topik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman hidup perempuan akar rumput. Melalui inisiatif seperti Camping Rimpang Alit, sebuah kegiatan berkemah yang memadukan diskusi, edukasi, dan refleksi, Bara Puan mempertemukan perempuan-perempuan muda untuk memperdalam pemahaman mereka tentang kesetaraan gender dan memperkuat kepemimpinan.
Para aktivis Bara Puan juga berkeliling Jawa Tengah untuk bergabung dengan organisasi masyarakat sipil lainnya, mendukung komunitas perempuan, berunjuk rasa, dan menuntut pemenuhan hak-hak buruh, hak atas tanah, serta keadilan lingkungan.
"Kami sangat ingin untuk menggerakkan dan memperkuat perempuan, baik di ranah kampus, di ranah organisasi, maupun di komunitas akar rumput. Kami ingin membantu membangun kesadaran kritis agar kita bisa bersama-sama memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan, sambil saling mendukung dan bersolidaritas," kata Tata.
Sepanjang tahun lalu, Bara Puan belajar bahwa mempertahankan sebuah gerakan membutuhkan perawatan atau care.
Pada 2025, setelah periode yang penuh tantangan akibat meningkatnya tekanan terhadap gerakan masyarakat sipil, para anggota Bara Puan mendapati diri mereka menghabiskan waktu yang hampir sama banyaknya untuk mendukung sesama aktivis, baik di dalam kolektif maupun di organisasi lain, seperti halnya waktu yang mereka gunakan untuk menyelenggarakan kegiatan. Sebagian mengalami trauma, sementara yang lain menarik diri karena alasan keamanan. Salah satu hasil dari mendokumentasikan pengalaman ini adalah “Sepiring Resep Bertahan”, sebuah publikasi berisi cerita dan refleksi tentang menjalani dan cara bertahan di masa-masa sulit.
Memperluas jaringan untuk memperkuat gerakan perempuan
Pada 2025, Bara Puan berpartisipasi dalam peluncuran Jaringan Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan oleh UN Women, di mana mereka bertukar pengalaman dengan organisasi-organisasi perempuan dari seluruh Indonesia. Kesempatan ini selaras dengan aspirasi Bara Puan untuk membangun jejaring yang lebih kuat dengan gerakan perempuan dan gerakan akar rumput yang memperjuangkan tujuan yang sama.
Bara Puan berupaya memperluas jaringannya hingga ke luar Semarang. Pada saat yang sama, Bara Puan terus memperkuat program-programnya dan melakukan berbagai inisiatif, termasuk Simposium Gerakan Perempuan yang akan diselenggarakan tahun ini.