In the words of Seulah Park: “Bersatu untuk menciptakan perubahan yang bermakna dan membentuk masa depan yang lebih baik”
Tanggal: Rabu, 29 April 2026
Author: Seulah Park*
"Saya ingin berbagi kisah nyata tentang perjalanan transformatif yang memperluas partisipasi perempuan, memperkuat kapasitas orang muda dan anggota masyarakat, serta membawa perubahan pada perencanaan desa, penganggaran, dan kesiapsiagaan bencana."
Ini berasal dari proyek “Pemberdayaan Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan” (WE NEXUS), yang diinisiasi oleh UN Women dan didanai oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA), berupaya memperkuat Nexus Kemanusiaan–Pembangunan–Perdamaian dan ketahanan masyarakat di tiga provinsi Indonesia - Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Tengah. Kelompok masyarakat ini menghadapi tantangan yang saling tumpang tindih, termasuk bencana dan konflik. Kami, di Save the Children, melaksanakan proyek ini di NTT bersama CIS Timor.
Nusa Tenggara Timur: Tempat bertemunya iklim, kemiskinan, dan konflik
Di NTT, kekeringan yang berulang dan kondisi iklim ekstrem menyebabkan seringnya gagal panen dan kerugian. Seiring dengan semakin dalamnya kemiskinan, mata pencaharian menjadi semakin tidak stabil, yang memengaruhi rumah tangga dan seluruh komunitas. Ketika persaingan untuk memperebutkan sumber daya penting seperti tanah dan air meningkat, ketegangan dapat meningkat, membuat komunitas lebih rentan terhadap konflik.
Bencana berulang dan pengungsian akibat konflik menempatkan perempuan dan anak-anak dalam situasi yang lebih rentan. Ketika mata pencaharian runtuh, beban pengasuhan dan kelangsungan hidup meningkat. Ketika sistem perlindungan melemah, risiko kekerasan dan eksploitasi juga meningkat. Dalam konteks di mana konflik berlanjut, partisipasi dan peran pengambilan keputusan perempuan seringkali semakin terbatas.
Proyek WE NEXUS dimulai dengan keyakinan bahwa perempuan dan orang muda adalah aktor kunci yang memimpin pemulihan dan perdamaian dengan bersatu untuk menciptakan perubahan yang bermakna dan membentuk masa depan yang lebih baik.
MKP: Menciptakan ruang bagi suara perempuan
Meskipun Indonesia memiliki kebijakan yang menjamin partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat, landasan hukum tidak selalu berarti partisipasi yang bermakna. Bahkan ketika perempuan menghadiri pertemuan, mereka seringkali tidak dilibatkan dalam diskusi pengambilan keputusan penting.

Untuk mengatasi hal ini, proyek WE NEXUS berfokus pada penguatan Musyawarah Khusus Perempuan (MKP).
Melalui MKP, perempuan berkumpul untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu di komunitas mereka serta mengajukan usulan dalam pertemuan desa. Perempuan berbagi pengalaman dan tantangan hidup mereka, yang menjadi dasar untuk memengaruhi perencanaan desa. MKP mendukung perempuan tidak hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan.

Sejak proyek ini dimulai, usulan MKP mulai tercermin dalam rencana pembangunan desa, dan diskusi tentang pencegahan kekerasan pun meningkat. MKP bukan lagi hanya tentang memperluas partisipasi. Ini secara bertahap membangun komunitas yang lebih inklusif dan setara.
SEKOPER: Ruang untuk belajar, berbicara, dan memimpin
SEKOPER, atau Sekolah Perempuan, menyediakan ruang belajar di mana perempuan dapat berkumpul, berbagi pengalaman, dan saling mendukung dalam mengembangkan diri sebagai pemimpin di komunitas mereka.
Di setiap desa, diskusi secara rutin membahas isu-isu yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kesetaraan gender, hak-hak perempuan, kesehatan dan hak seksual dan reproduksi, kerja sama ekonomi, dan perawatan anak.
Di NTT, di mana banyak perempuan memiliki akses terbatas terhadap informasi tentang kekerasan dan sistem penanggulangan, dan di mana norma-norma sosial dapat mempersulit perempuan untuk bersuara, SEKOPER membantu perempuan untuk lebih memahami hak-hak mereka, membangun kepercayaan diri, dan menyadari pentingnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

SEKOPER adalah ruang tempat perubahan dimulai. Ruang ini juga telah diakui secara resmi oleh pemerintah desa dan lembaga terkait, sehingga mendukung keberlanjutannya.
Seperti yang dikatakan salah satu peserta kepada saya: “SEKOPER tidak hanya membangun pengetahuan tetapi juga membawa perubahan. Program ini memperkuat kepemimpinan dan membangun keberanian untuk bersuara.”
Tumbuh - dan berubah - bersama
Ketika perempuan berkumpul untuk belajar, berbicara, dan bertindak, seluruh komunitas dapat bergerak menuju kesetaraan dan ketahanan yang lebih besar. Perubahan yang berakar di NTT seperti benih – kecil tetapi tumbuh. Dengan dukungan dan perhatian yang berkelanjutan, benih-benih ini dapat membantu perempuan memperkuat suara mereka, merangkul peran aktif dalam komunitas mereka, dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan.